Connect with us

Uncategorized

Pidato Presiden RI ke III Prof.DR.BJ.HabibieMembikin Pembaca merinding disaat Memceritakan Hidupnya Di Kaero Mesir

Published

on

Babel/jarrakpos

Pidato BJ Habibie viral. Mantan Presiden RI ini menuliskan tentang kisah hidupnya.

Entah ditulis oleh BJ Habibie atau bukan tapi pidato ini menyebar via group WhatsApp (WA). Inilah isi pidato BJ Habibie yang neredar di group-group WA bikin merinding dan menyentuh hati.

PIDATO B. J. HABIBI*

SAAT KEMATIAN ITU KIAN DEKAT.

KALAULAH SEMPAT ? Renungan utk kita semua !!!!

(Ketika BJ Habibie berpidato diKairo, beliau berpesan “Saya diberikan kenikmatan oleh Allah ilmu technology sehingga saya bisa membuat pesawat terbang, tapi sekarang saya tahu bahwa ilmu agama itu lebih manfaat untuk umat Islam. Kalo saya disuruh memilih antara keduanya maka saya akan memilih ilmu Agama.”)

Sepi penghuni…
Istri sudah meninggal…
Tangan menggigil karena lemah…
Penyakit menggerogoti sejak lama…
Duduk tak enak, berjalan pun tak nyaman… Untunglah seorang kerabat jauh mau tinggal bersama menemani beserta seorang pembantu…

3 anak, semuanya sukses… Berpendidikan tinggi sampai ke luar negeri…
» Ada yang sekarang berkarir di luar negeri… »
Ada yang bekerja di perusahaan asing dengan posisi tinggi… »
Dan ada pula yang jadi pengusaha …
Soal Ekonomi, saya angkat dua jempol » semuanya kaya raya…

Namun….
Saat tua seperti ini dia ‘Merasa Hampa’, ada ‘Pilu Mendesak’ disudut hatinya..

Tidur tak nyaman…
Dia berjalan memandangi foto-foto masa lalunya ketika masih perkasa & enegik yg penuh kenangan

Di rumah yang besar dia merasa kesepian, tiada suara anak, cucu, hanya detak jam dinding yang berbunyi teratur…

Punggungnya terasa sakit, sesekali air liurnya keluar dari mulutnya….
Dari sudut mata ada air yang menetes.. Rindu dikunjungi anak2nya

Tapi semua anaknya sibuk dan tinggal jauh di kota atau negara lain…
Ingin pergi ke tempat ibadah namun badan tak mampu berjalan….

Sudah terlanjur melemah…

Begitu lama waktu ini bergerak, tatapannya hampa, jiwanya kosong, hanya gelisah yang menyeruak…
Sepanjang waktu ….

Laki-laki renta itu, barangkali adalah Saya….*
Atau barangkali adalah Anda yang membaca tulisan ini suatu saat nanti_
Hanya menunggu sesuatu yg tak pasti…
Yang pasti hanyalah KEMATIAN.*
Rumah Besar tak mampu lagi menyenangkan hatinya…_
Anak Sukses tak mampu lagi menyejukkan rumah mewahnya yang ber AC…
Cucu-cucu yang hanya seperti orang asing bila datang…_
Asset-asset produktif yang terus menghasilkan, entah untuk siapa .?*

Kira-kira jika malaikat ‘Datang Menjemput’, akan seperti apakah kematian nya nanti

Siapa yang akan memandikan ?

Dimana akan dikuburkan ??

Sempatkah anak kesayangan dan menjadi kebanggaannya datang mengurus jenazah dan menguburkan?

Apa amal yang akan dibawa ke akhirat nanti?
Rumah akan di tinggal, asset juga akan di tinggal pula…
Anak-anak entah apakah akan ingat berdoa untuk kita atau tidak ???
Sedang ibadah mereka sendiri saja belum tentu dikerjakan ???
Apa lagi jika anak tak sempat dididik sesuai tuntunan agama??? Ilmu agama hanya sebagai sisipan saja…_

‘Kalau lah Sempat’ menyumbang yang cukup berarti di tempat ibadah, Rumah Yatim, Panti Asuhan atau ke tempat2 di Jalan Allah yang lainnya…

‘Kalau lah Sempat’ dahulu membeli sayur dan melebihkan uang pada nenek tua yang selalu datang……

‘Kalau lah Sempat’ memberikan sandal untuk disumbangkan ke tempat ibadah agar dipakai oleh orang yg memerlukan…..

‘Kalau lah Sempat’ membelikan buah buat tetangga, kenalan, kerabat dan handai taulan……

Kalau lah kita tidak kikir kepada sesama, mungkin itu semua akan menjadi ‘Amal Penolong’ nya ……

Kalaulah dahulu anak disiapkan menjadi ‘Orang yang Shaleh’, dan ‘Ilmu Agama’ nya lebih diutamakan

Ibadah sedekahnya di bimbing/diajarkan & diperhatikan, maka mungkin senantiasa akan ‘Terbangun Malam’, ‘Meneteskan Air Mata’ medoakan orang tuanya.

Kalaulah sempat membagi ilmu dengan ikhlas pada orang sehingga bermanfaat bagi sesama…

“KALAULAH SEMPAT”

Mengapa kalau sempat ?
Mengapa itu semua tidak jadi perhatian utama kita ? Sungguh kita tidak adil pada diri sendiri. Kenapa kita tidak lebih serius

Menyiapkan Bekal’ untuk menghadap-NYA dan ‘Mempertanggung Jawabkan’ kepadaNya?
Jangan terbuai dengan ‘Kehidupan Dunia’ yang bisa melalaikan…..

Kita boleh saja giat berusaha di dunia….tapi jadikan itu untuk bekal kita pada perjalanan panjang & kekal di akhir Hidup kita.

(yg menulis & menyebarkan catatan ini semoga menjadi sodaqoh ilmu & ladang amal Shaleh)_
Teruslah menjadi Pejuang Dakwah dan menabur Kebajikan selama hayat masih dikandung badan meski hanya sepotong pesan.

Bangkablitung/jarrakpos/pl

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Uncategorized

PENSIUN DIANGGAP BEBAN APBN

Published

on

By

PENSIUN DIANGGAP BEBAN APBN

Untuk PNS, TNI, POLRI
Surat terbuka

Kepada YTH :
Bp. Presiden Republik Indonesia
Bp. Menteri Keuangan Republik Indonesia
Komisaris Utama dan Direktur Utama PT TASPEN PERSERO.

Assalamu’alaikum Warahmatullahi wabarakatuh .

Dengan penuh rasa prihatin sebagai seorang Pensiunan yang semasa muda telah bekerja dengan penuh kesungguhan, tanpa berharap lebih dengan keilkhasan yang penuh, walaupun digaji dibawah standar hidup layak .

Foto. Gedung PT.Taspen dok.Annual report ID

Akan tetapi tidak adanya penghargaan dan sedikit perhatian kepada para Pensiunan dari Pemerintah Bapak Joko Widodo, Bapak Bambang Brojo Negoro Menteri Keuangan Republik Indonesia yang telah menganggap Pensiunan adalah manusia-manusia tak berarti yang hanya menjadi Beban Negara. Yang memberati APBN pada tiap tahun.

Bapak-bapak yang terhormat, kalau boleh saya yang rendah bertanya Dimana Uang Tabungan Pensiun Kami? Uang Pensiun PNS itu bukan bagian dari APBN tapi merupakan Hasil Tabungan Pensiun yang dikumpulkan dan dipotong dari gaji tiap bulan, walaupun dengan gaji yang ada dibawah standar kehidupan yang layak.

Tabungan Pensiun itu sebuah tabungan asuransi yang dikembangkan secara bunga bertumbuh setiap bulan selama 30 tahun Yang apa bila diperhitungan dengan standar BI rate uang pensiun terendah PNS Gol II itu akan mencapai Rp.2.500.000,- ( dua juta lima ratus ribu rupiah ) per bulan.

Perhitungan dengan Standar BI Rate 6% pertahun yang dipotong dari 4,75 % gaji selama 30 tahun akan menghasilkan Dana Pensiun mencapai Rp 500.000.000,- ( Lima ratus juta rupiah ) Sedangkan Golongan III sebesar sampai Rp 1.000.000.000,- (satu milyard) atau pensiun per bulan sekitar Rp. 5.000.000,- (lima juta rupiah.) sedangkan selama ini yang kami terima sebagai uang pensiun hanya sekitar 40% dari potensi Dana Pensiun yang kami tabung.

Mengapa Kami PENSIUNAN masih dianggap menjadi beban APBN?

Bapak Presiden, Bapak Menteri Keuangan yang terhormat, uang pensiun itu uang tabungan kami yang kami pinjamkan bukan uang belas kasihan Negara Kepada Kami. Adalah sangat tidak layak bila kami Pensiunan dianggap menjadi Beban Negara apapun alasannya.

Betapa ganjilnya bahwa kami para pensiunan dianggap sampah kehidupan yang menjadi beban Pemerintah saat ini, yang seharusnya berani mengambil tanggung jawab Pemerintah yang terdahulu.

Bapak Presiden, Bapak Menteri Keuangan dengan disaksikan Komisaris Utama dan Direktur Utama PT.TASPEN PERSERO yang makan Gaji dari Tabungan pensiun Kami, tolong hargai kami sebagai mana layaknya. Ingat keberadaan Pemerintahan saat ini TIDAK AKAN PERNAH TERJADI tanpa pengorbanan kami. Tanpa perjuangan kami apa yang Bapak –bapak dapatkan saat ini tidak akan pernah Bapak-Bapak rasakan.

Tolong hargai kami.

Ibnu Dawam Aziz,
Bersama Pensiunan renta yang diperhinakan.

Wartawan : Elwa’89

Editor : SF

Continue Reading

Berita

KPK akan Panggil Wakil Ketua DPR RI Dari PDIP Untuk Pemeriksaan Lebih Lanjut

Published

on

By

Jakarta – Jarrakposbangkabelitung – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menjadwalkan pemeriksaan Wakil Ketua DPR, Utut Adianto, dalam kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa di Pemkab Purbalingga tahun anggaran 2017-2018.

Juru bicara KPK, Febri Diansyah, mengatakan politisi PDIP itu bakal diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Bupati Purbalingga nonaktif, Tasdi. Pemanggilan itu adalah kali kedua, sebab pada Rabu (12/9/2018), Utut tidak memenuhi pemanggilan penyidik KPK.

Penjadwalan ulang sebagai saksi untuk Utut Adianto (anggota DPR),” katanya di Jakarta, Selasa (18/9/2018), seperti yang dilansir dalam impiannews.com

KPK menduga Utut mengetahui terkait kasus dugaan suap tersebut.

Diketahui, dalam kasus tersebut KPK telah menetapkan Tasdi dan 4 orang lainnya sebagai tersangka. Mereka yakni Kabag ULP Pemkab Purbalingga Hadi Iswanto, dan tiga kontraktor, Hamdani Kosen, Librata Nababan, serta Ardirawinata Nababan.

Saat ini keempat orang tersangka selain Tasdi tengah menjalani persidangan. Sementara Tasdi masih menjalani proses penyidikan.

KPK menduga Tasdi menerima uang suap sebesar Rp 100juta dari proyek pembangunan Purbalingga Islamic Center melalui Hadi Iswanto. Uang suap Rp 100 juta itu diduga bukan jumlah suap keseluruhan. Sebab commitment fee yang dijanjikan tiga orang kontraktor yakni sebesar 2,5% dari nilai proyek.

Proyek Purbalingga Islamic Center merupakan yang dikerjakan selama 3 tahun, yakni 2017-2019, dengan total nilai Rp77 miliar. Pada tahun 2017, Purbalingga Islamic Center menghabiskan dana sekitar Rp12 miliar, lalu di tahun ini proyek tersebut memakan anggaran sebesar Rp22 miliar, sedangkan di tahun 2019 telah dianggarkan sebesar Rp43 miliar. (md)

Editor : SF

Continue Reading

Uncategorized

Sofyan Basir Bebas, MA Tolak Kasasi Jaksa

Published

on

By

Jakarta – jarrakposbangkabelitung.com – Mantan Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Sofyan Basir akhirnya bisa menghirup udara bebas, sejalan dengan ditolaknya permohonan kasasi Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) oleh Mahkamah Agung. 

Dikutip dari bisnis.com, vonis kasasi ini dikonfirmasi oleh Juru Bicara Mahkamah Agung Andi Samsan Nganro pada Rabu (17/6/2020). “Permohonan kasasi Penuntut Umum ditolak, karena menurut Majelis Hakim Kasasi, putusan judex facti/Pengadilan Tipikor pada PN Jakarta Pusat tidak salah dalam menerapkan hukum,” kata Andi saat dikonfirmasi, Rabu (17/6/2020).

Andi menjelaskan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat sudah tepat dan benar dalam pertimbangan mengenai penerapan hukum, bahwa Sofyan Basir tidak terbukti terlibat membantu melakukan tindak pidana sebagaimana yang didakwakan.

Diketahui, pada November 2019 silam, dalam sidang agenda putusan, majelis hakim menyatakan bahwa mantan Direktur Utama PT PLN itu tak terbukti memfasilitasi transaksi suap dari pengusaha Johannes B. Kotjo ke mantan anggota Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih dan juga eks Sekjen Golkar Idrus Marham.

Lagi pula alasan kasasi Penuntut Umum sudah merupakan fakta dan penilaian hasil pembuktian. Atas dasar dan alasan tersebut Majelis Hakim Kasasi dengan suara bulat menyatakan permohonan kasasi Penuntut Umum harus ditolak. Perkara diputus pada hari Selasa, tanggal 16 Juni 2020.”

Sebelumnya, Majelis Hakim pada Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat menyatakan bahwa terdakwa Sofyan tidak terlibat dalam kasus dugaan suap berkaitan dengan proses kesepakatan proyek Independent Power Producer Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mulut Tambang (IPP PLTU MT) Riau-1.

Mendengar vonis bebas tersebut, Jaksa Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung.(red.)

Editor : AJR

Continue Reading

Trending